Kajian dan Penelitian

One Response to Kajian dan Penelitian

  1. Firaol mengatakan:

    Menggunakan analisis kdrauan berdasarkan cut off point suatu indikator adalah ilmu yg baru bagi gizi. Hanya sayangnya KOK angka prevalensi defisit/tingkat konsumsi minimum dari tahun ke tahun dirasakan meragukan ya hasilnya alias gede banged (apalagi dibdngkan target 2015) . Banyaknya kelemahan di dalam cara pengambilan datanya, misalnya untuk Susenas menggunakan pendekatan pengeluaran pangan sehingga diketahui berat gramnya (kan relatif banged tuch harga per jenis bahan pangannya, udach gitu katanya konversi gizi nya pake food tabel Asia,bukan NBM). Sedangkan kalo di Riskesdas pake recall, nah ini mah sebaiknya ahli gizi yang melakukan recall (apalagi kalo menggali pertanyaan makanan jajanan) manalagi software nya nggak ada yg bener lagi. misalnya software PKG, nggak bener Skor PPH karena hasilnya sering mendekati 100 atau melebihi 100 (karena belum ada angka koreksi kalo nilainya ada yang 100 -> lihat petunjuk penyusunan NBM dari IPB), trus FP2 juga banyak kelemahannya. Alhasil banyak provinsi dalam status capaian RAN-MDGs/RAN-PG termasuk PERLU PERHATIAN KHUSUS alias strata 2 kebawah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>