Launching Sinthesa disertai penandatanganan Nota Kesepakatan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Institut Pertanian Bogor, Wisuda Sekolah Peternakan Rakyat, serta Seminar Pengembangan Peternakan dan Data Desa Presisi

3
0

Plt Bupati Pemalang beserta jajarannya yaitu Kepala Bappeda, Plt Kepala Dispertan, Kepala Dipermasdes serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor melaunching Sinthesa disertai penandatanganan Nota Kesepakatan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Institut Pertanian Bogor, Wisuda Sekolah Peternakan Rakyat, serta Seminar Pengembangan Peternakan dan Data Desa Presisi yang berlokasi di Pendopo Kabupaten Pemalang pada hari Sabtu, 28 Januari 2023.

Dalam rangka mengoptimalkan peran perguruan tinggi dan peternak akar rumput, IPB telah menghasilkan inovasi kelembagaan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang kemudian melahirkan Sistem Pemberdayaan Peternak Rakyat (SPPR).
Sistem ini pada intinya mengubah pola pikir dan karakter peternak, memperkuat bisnis kolektif gotong royong, dan mendayagunakan iptek sebagai landasan beraktivitas. Dari beberapa landasan tersebut lahir Sinthesa IPB (Sistem Integrasi Horizontal Ekonomi Desa untuk Industri Pangan Bangsa).

Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., IPU sebagai Founder Sinthesa-IPB sekaligus Guru Besar Genetika Molekuler Ternak & Dosen Fakultas Peternakan, IPB University – Bogor menjelaskan bahwa konsep tersebut dikembangkan dengan tujuan:
1) Memberdayakan SDM di pedesaan berbasis iptek dan berorientasi bisnis kolektif,
2) Mengelola Sumber Daya Alam di pedesaan secara optimal,
3) Meningkatkan peran rakyat dalam bisnis berbasis kerakyatan serta
4) Meningkatkan daya tarik masyarakat untuk beraktifitas di desanya sendiri.

Sampai saat ini, telah dideklarasikan 63 SPR di 25 kabupaten 12 provinsi.
18 SASPRI (Solidaritas Alumni SPR Indonesia) telah terkonsolidasi dengan baik. Ini terwujud karena adanya kerjasama antara IPB, pemerintah daerah, pemitra bisnis, dan komunitas peternak rakyat. Agar kegiatan ekonomi dapat dilakukan di pedesaan dan dirasakan manfaatnya secara lebih luas oleh masyarakat, segitiga emas desa yang terdiri atas Gapoktan, SASPRI, dan BUMDes dimaksimalkan usaha bisnis kolektifnya berbasis inovasi kelembagaan SINTHESA-IPB yang saat ini sedang diterapkan di Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah.
Slide1

Slide3

Slide4

Slide5

Slide6

Slide7

Slide8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini